Monday, November 19th, 2018

Warga beri apresiasi atas respon Kemensesneg cepat tanggapi laporan masyarakat

Published on July 12, 2018 by   ·   No Comments

JAKARTA, Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) memproses pengaduan, Yatmi, ahli waris lahan seluas 11.200 m2 di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang diklaim oleh PT Bintaro Jaya.

Kuasa ahli waris, Poly Betaubun Key mengatakan, Kamis (12/7), pihaknya datang kembali ke kantor Kemensesneg untuk menindaklanjuti laporan yang dibuat Yatmi.

“Kami mengadukan kasus ini pada tanggal 2 Juli 2018 lalu,” kata Poly di Bintaro, Tangerang Selatan.

Kata Poly lagi, pihaknya memberikan apresiasi terhadap respon dari Kemensesneg yang begitu cepat menanggapi laporan masyarakat.

“Kami memberi apresiasi terhadap respon Kemensesneg ini. Diharapkan akan menjadi pintu pembuka, khususnya bagi ahli waris dan umumnya rakyat Indonesia yang dirugikan oleh pihak-pihak yang kerap mengklaim hak tanah mereka,” ucap Poly.

Diceritakannya, Yatmi merupakan pemilik sah tanah tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Agama Tangerang Selatan tentang Penetapan Ahli Waris Nomor 233/Pdt.P/2010/PA.Tgrs. Dalam putusan tersebut dinyatakan bahwa Yatmi merupakan ahli waris tunggal dari (alm) Alin bin Embing, pemilik sah tanah tersebut.

“Diperkuat dengan surat keterangan dari Kelurahan Pondok Jaya Nomor 973/115 – Pem tanggal 14 Mei 2018 tentang Surat Pemberitahuan Letter C Nomor 428. Dan semakin diperkuat dengan Surat Dasar Peralihan dari Kecamatan Ciledug Nomor 593/89 – PPAT/2018,” terangnya.

Lanjut Poly bercerita, surat pengaduan pihaknya ini sekarang sudah dilimpahkan ke salah satu bidang di Kemensesneg yang menangani persoalan sengketa tanah. “Kami diminta kembali datang pekan depan,” ungkap Poly.

Poly menegaskan, keterlibatan dirinya dalam persoalan ini adalah untuk membantu program pemerintah menyelesaikan permasalahan menyangkut Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Ini menyangkut hak-hak masyarakat, dan pemerintah harus konsisten menyelesaikan persoalan ini. Kami sangat ingin bertemu dengan PresidenJokowi,” tegas Poly.

Sebelumnya, Poly mengaku bertemu dengan Lurah Pondok Jaya Achmad Saichu. Saat itu Lurah Achmad menyatakan pada dirinya akan menjelaskan duduk perkara soal tanah tersebut sesuai bukti apa adanya.

“Sebagai bentuk dukungan kepada Ibu Yatmi, sekitar 1.000 masyarakat juga akan ikut mengawal proses penyelesaian klaim tanah yang dilakukan PT Bintaro Jaya ini,” tuturnya.

Di tempat yang sama, aktivis mahasiswa Universitas Pamulang Fredy Mairuhu mendesak kepada Menteri Agraria/Kepala BPN untuk serius dan menuntaskan permasalahan ini. Dia mengingatkan, Menteri Agraria Sofyan Djalil harus membuktikan bahwa dirinya memang peduli terhadap persoalan pertanahan yang kerap merugikan rakyat kecil.

“Buktikan MoU yang ditandatanganinya bersama Kapolri yang bertujuan memberantas mafia tanah dibantu oleh oknum-oknum aparat dilaksanakan, bukan hanya retorika saja,” kata Fredy.

Fredy memastikan pihaknya akan mengawal persoalan ini sampai tuntas. “Kami sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral terhadap persoalan yang dihadapi oleh rakyat kecil seperti ibu Yatmi. Kami tidak akan diam jika ditemukan ketidakadilan terhadap rakyat kecil,” imbuhnya.

Dia juga meminta kepada Komisi II DPR RI untuk benar-benar berpihak pada rakyat kecil dalam persoalan pertanahan. Fredy menyatakan mendukung jika Komisi II memanggil kembali Menteri Agraria untuk mempertegas persoalan pertanahan yang merugikan rakyat. “Kalau memang tidak berhasil, Komisi II bisa merekomendasikan sanksi untuk diberikan kepada Menteri Agraria,” pungkas Fredy.(AG)

hera/red

Readers Comments (0)




alertThis is the POST COLUMN and is ready for widgets, click here to add some now!
alertThis is the FAR COLUMN and is ready for widgets, click here to add some now!