Sunday, November 18th, 2018

Talataaki Production, gelar Sundaland Ethnomusic Festival 2018 di Pura Agung Jagatkarta, Ciapus, Bogor

Published on October 23, 2018 by   ·   No Comments

Tatarsunda, HujanMusik!, Bogor – Bagi sebagian penikmat musik, mungkin ada yang merindukan sebuah kejutan ditengah merajanya musik folk, metal, shogaze, ataupun pop saat ini. Menjamurnya musisi-musisi yang karyanya seragam mungkin sedikit membosankan. Pun dengan panggung musik yang masih didominasi oleh suara modern. Semua itu tidak salah, memang begitu seharusnya dunia. Terdiri dari angka nol dan garis lurus, bilangan binari yang mewakili keseimbangan.

Sundaland Ethnomusic Festival rasanya bisa menjawab rasa haus akan sesuatu yang berbeda. Menjadi alternatif pilihan diantara keseragaman. Talataki, sebuah komunitas yang berazaskan nilai-nilai luhur kearifan lokal, terutama seni, menawarkan sebuah helaran berisi konser musik tradisional.

Tidak cuma itu, festival yang akan digelar pada 27 Oktober nanti ini juga akan dipadati kegiatan yang berkaitan dengan seni, budaya, dan sejarah. Diskusi tentang Atlantis, Lemuria, dan sejarah Sundaland, pameran foto, festival dongdang, dan pasar murah melengkapi hajat besar di Pura Agung Jagatkarta.

Manusia adalah mahluk yang unik, seringkali berharap mendapat kejutan dan bersorak kegirangan ketika mendapatkannya. Itulah yang terjadi pada saya saat menghadiri konferensi pers Sabtu (19/10) lalu di Kopi Kamu, sebuah kedai manis yang menawarkan kepahitan kopi sebagai jualan utama. Saya senang bukan kepalang, akan segera disuguhi helaran seni besar yang melibatkan setidaknya 60 seniman dari berbagai negara dan berdiskusi tentang seni budaya sunda yang menarik perhatian saya sejak 8 tahun kebelakang. Sungguh, kejutan yang menerbangkan harapan ke awang-awang.

“Yang kita tampilkan adalah maestro. Melalui kegiatan ini sepantasnya kita memberikan kepada maestro seni klasik sunda, tempat yang selayak-layaknya,” terang Iwan Toruan, penggagas dan produser Sundaland Ethnomusic Festival 2018.

Sebuah penelitian psikologi yang dipublikasikan dalam jurnal Cognitive Psychology (2015) menjelaskan pada dasarnya kejutan memiliki tingkatan, mulai yang biasa, sedang sampai sangat mengejutkan. Meadhbh Foster dan Mark Keane dalam penelitian yang diberi judul why some surprises are more surprising than others: surprise as a metacognitive sense of explanatory difficulty tersebut menyebut terdapat empat faktor yang membuat kita terkejut, yaitu memori kita, skenario kejutan, logika rasio, dan juga kerja kognitif kita saat kejadian. Keempatnya yang membuat kejutan menjadi bertingkat.

Melihat semua atributnya, Sundaland Ethnomusic Festival akan menjadi kejutan yang berada di tingkatan menengah. Tidak biasa juga tidak sangat mengejutkan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan psikologis manusia. Seperti disebutkan diawal tulisan, sebagian penikmat musik pasti ada yang mengharapkan sesuatu yang diluar kebiasaan. Tapi pasti ada juga yang merasa bahwa keramaian dunia musik saat ini sudah cukup dan mereka tidak membutuhkan hal lain.

“Kami tetap kemas dengan tampilan populer. Kami pastikan denting Kacapi bisa dinikmati dengan layak,” jelas Reye Maulana, show director acara ini.

Rasanya memang sedikit janggal menyebut sebuah pagelaran yang sudah digembar-gemborkan sejak dua bulan lalu sebagai sebuah kejutan. Tapi beberapa orang bilang pada saya bahwa mereka terkejut, walaupun kebanyakan terkejut karena gerakan besar ini digratiskan untuk umum. Selain itu, pihak Talataki selaku penyelenggara juga mengaku tidak akan ada kejutan lain selain dari yang sudah disebutkan dalam berbagai media promo. Tapi ada juga segelintir orang yang mengharapkan kejutan dari para penampil dan suasana yang akan hadir disana. Jadi rasanya sah-sah saja mengkategorikan festival ini kedalam kejutan.

“Sajian musik spiritual dalam pengertian geografis-kultural pada 12000 tahun yang lalu. Ingatan itu dipancing dengan musik, pendekatan musikal. Jadi memori kesadaran itu kita coba hadirkan melalui musik dan diskusi kesejarahan,” tambah Ahmad Samantho, penulis buku Peradaban Atlantis Nusantara, pemandu diskusi kesejarahan.

Kini, tinggal menunggu semua kejutan itu terwujud saat Sundaland Ethnomusic Festival turun dari langit mimpi ke sebuah pura asri di kaki gunung salak.(Ahmad.S)

Readers Comments (0)




alertThis is the POST COLUMN and is ready for widgets, click here to add some now!
alertThis is the FAR COLUMN and is ready for widgets, click here to add some now!